APARAT MENUTUP GUDANG PENGOPLOS LPG DI BALI

LOKADEWATA, DENPASAR – Aparat penegak hukum bertindak cepat menelusuri dan menutup gudang yang diduga sebagai tempat pengoplosan LPG ilegal. Di Badung dan Gianyar, tiga gudang telah ditutup karena kegiatan ilegal tersebut.

Kepala Satpol PP Bali, I Dewa Nyoman Rai Darmadi, menyatakan bahwa dua gudang elpiji ilegal di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, telah ditutup pada Rabu (19/6) setelah dilaporkan oleh warga. Petugas menemukan 47 tabung gas 50 kilogram, 56 tabung 12 kilogram, alat penimbang, satu apar, dan mobil pikap di lokasi.

Satpol PP Bali, bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bali, Pertamina, dan Hiswana Migas memeriksa kedua gudang tersebut. Ditemukan bahwa kedua gudang itu telah beroperasi tanpa izin selama lima tahun. Awalnya, terdapat tiga gudang di daerah itu.

Dharmadi mengatakan bahwa pendirian gudang harus memenuhi ketentuan hukum, dan pihaknya telah memanggil pemilik gudang untuk klarifikasi. Pemilik diperbolehkan membuka kembali gudangnya setelah melengkapi semua perizinan yang diperlukan. Dharmadi juga meminta masyarakat melaporkan gudang LPG yang tidak memiliki identitas dari Pertamina.

Sales Branch Manager Pertamina Rayon III Bali, Made Bilan Asasia Binov, mengonfirmasi bahwa gudang tersebut belum terdaftar di Pertamina dan tidak dapat dikategorikan sebagai gudang resmi atau outlet Pertamina. Pertamina siap mendampingi pemilik gudang dalam proses pengajuan izin.

Di lokasi lain, polisi menggerebek aktivitas pengoplosan LPG di sebuah rumah di Banjar Pande, Desa Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Minggu (16/6). Pemilik rumah, IWR, menggunakan area belakang rumahnya untuk mengoplos LPG 3 kilogram dan 12 kilogram.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan menyatakan bahwa kegiatan ilegal tersebut terendus sejak pukul 06.20 WITA. Polisi langsung menggerebek rumah itu dan menangkap IWR yang sedang mengoplos gas. Barang bukti yang disita termasuk tujuh tabung LPG 12 kilogram kosong, 40 tabung LPG 12 kilogram berisi, 107 tabung LPG 3 kilogram berisi, dan 174 tabung LPG 3 kilogram kosong, serta peralatan pengoplosan.

IWR dikenai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan saat ini ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut oleh Ditreskrimsus Polda Bali.

Praktik pengoplosan LPG menjadi sorotan setelah ledakan gudang gas di Denpasar yang menewaskan belasan orang, dengan terungkap bahwa gudang tersebut tidak terdaftar di Pertamina dan diduga sebagai tempat pengoplosan gas. (DC/AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *