PEMILIK GUDANG ELPIJI TERBAKAR DI DENPASAR MENGAKU BUKAN AGEN PERTAMINA

LOKADEWATA, DENPASAR – CV Bintang Bagus Perkasa, perusahaan pemilik gudang LPG yang terbakar di Jalan Cargo Taman I, Ubung Kaja, Kota Denpasar, Bali, mengaku bukan agen rekanan Pertamina. Pemilik gudang mengaku hanya sebagai distributor elpiji.

“Bukan rekanan (CV Bintang Bagus Perkasa) hanya distributor. Bukan agen atau rekanan Pertamina,” kata kuasa hukum CV Bintang Bagus Perkasa, Hendi Tri Wahyono di Denpasar, Kamis (13/06). Hendi mengatakan, bangunan yang terbakar tersebut bukan merupakan pangkalan atau gudang pendistribusian gas cair ke konsumen. Menurut dia, gedung tersebut hanya sebagai tempat transit dan peristirahatan para pekerja, termasuk pengemudi truk.

Karena hanya pedagang, lanjut Hendi, perusahaan kliennya, Pertamina, tidak memiliki izin. Hendi belum bisa memberikan keterangan mengenai dugaan gudang kliennya yang disebut-sebut sebagai tempat penyelundupan elpiji. Ia menegaskan, masih menunggu hasil penyelidikan polisi.

“Soal izin dan prosesnya, biarlah dari bukti-bukti yang dikumpulkan polisi, apakah itu (peristiwa) itu benar-benar tindak pidana atau tidak. Tapi kalau soal izin, pasti punya. Namanya juga CV,” kata Hendi.

Regional Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi membenarkan bahwa perusahaannya bukan mitra Pertamina. Dia menjelaskan, ada beberapa aturan bagi perusahaan yang ingin menjadi PT Pertamina.

“Usahanya harus berbentuk perseroan terbatas (PT) atau koperasi,” jelas Minggu.

Perusahaan yang masih berbentuk CV, lanjut Minggu, tidak bisa menjadi perwakilan resmi dalam pemasaran atau distribusi LPG. Menurut dia, ketentuan aturan usaha tersebut sesuai dengan Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001, Peraturan Menteri ESDM, dan Peraturan Daerah setempat.

“Untuk distributor, belum termasuk jaringan distribusi LPG resmi milik Pertamina,” tambah Minggu.

Ahad menjelaskan, dugaan gudang yang terbakar merupakan pabrik pencampur LPG bermula dari status CV perusahaan tersebut. Ia tidak menemukan fakta lain yang mendukung klaim tersebut karena lokasi kejadian masih ditutup polisi.

Sebelumnya pada Minggu (6 September), dua gudang terbakar di Jalan Cargo Utara, Denpasar, Bali. Dua bangunan yang terbakar adalah tempat penyimpanan LPG dan tempat penyimpanan baron.

Puluhan pekerja gudang LPG mengalami luka bakar serius atau kritis. Berdasarkan informasi, Kamis (13 Juni), kejadian itu mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.

Sementara itu Kepolisian Daerah (Polda) Bali memastikan masih menyelidiki kebakaran penyimpanan elpiji. Kelompok Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Bali terus mencari fakta terbaru terkait kasus tersebut.

“Nanti jika hasil laboratorium sudah ada, Polresta Denpasar akan segera menyiapkan konferensi pers,” kata Kabid Humas Polda Bali Kompol Jansen Avitus Panjaitan. (DC/AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *