PENDUDUK DAPAT MENGGUNAKAN LAYANAN BUS GRATIS DARI PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG UNTUK KEGIATAN ADAT DAN AGAMA

LOKADEWATA, BADUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa memastikan pemerintah menjalankan program pemberian kendaraan gratis bagi warga Badung yang memiliki kegiatan sosial kemasyarakatan hingga kegiatan adat dan keagamaan, tahun ini. Program ini dijalankan empat perangkat dinas di Pemkab Badung.

“Sesuai kebijakan bupati, Pemkab Badung punya program memfasilitasi kendaraan bus gratis. Ini bagi masyarakat Badung. (Contoh) yang ingin melakukan kegiatan tirta yatra (kegiatan adat/agama) di wilayah Provinsi Bali,” terang Adi Arnawa, dalam keterangannya, Selasa (2/4).

Adi menegaskan masyarakat di Gumi Keris -julukan Badung- yang ingin memanfaatkan program bus gratis ini bisa berkoordinasi langsung di empat perangkat daerah di lingkup Pemkab Badung. Di antaranya, Dinas Kebudayaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial.

“Syaratnya kelompok atau organisasi masyarakat di Badung yang sudah memiliki SKT (Surat Keterangan Terdaftar), silakan mengajukan surat permohonan bus gratis, ditujukan ke bupati cq perangkat daerah terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” terang Adi.

Dia mencontohkan bagi sekaa teruna atau yowana, desa adat, subak dan kelompok kesenian bisa mengajukan permohonan bantuan angkutan ini ke Dinas Kebudayaan. Sementara, organisasi masyarakat (ormas) bisa mengajukan permohonan ke Kesbangpol.

Sedangkan untuk permohonan oleh kelompok lansia, hingga organisasi Pertuni bisa mengajukan kepada Dinas Sosial. Begitu pula dengan Disdikpora bisa menerima permohonan sesuai dengan tupoksi masing-masing perangkat daerah. Dana untuk program ini sudah dianggarkan di masing-masing dinas.

Kepala Badan Kesbangpol Badung I Nyoman Suendi pun mengakui telah memasang anggaran untuk program ini dengan total Rp 1 miliar pada 2024. Menurutnya, masyarakat antusias dengan program ini.

“Kesbangpol berfokus pada permohonan organisasi kemasyarakatan. Untuk program ini kalau tidak salah baru empat ormas yang ajukan bantuan akomodasi bus gratis ini,” tandas Suendi. (DC/AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *