KRISIS AIR BERSIH DI DAWAN KLUNGKUNG, 90 KK TERDAMPAK JARINGAN PDAM RUSAK

LOKADEWATA, KLUNGKUNG – Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) di wilayah Banjar Sangluh, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, mengalami krisis air bersih. Penyebabnya, jaringan Perumda Panca Mahottama (PDAM Klungkung) rusak. Kondisi ini terjadi sejak dua minggu terakhir.

Untuk mengatasi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung membantu warga setempat dengan menyalurkan air. Yakni, menggunakan tangki air yang dimasukkan ke tandon. Ini akan terus dilakukan selama proses perbaikan jaringan.

“Selain kami bantu air bersih, sementara waktu juga diberikan meminjam tandon air dengan kapasitas 5.300 liter, untuk kebutuhan air mereka, air dimasukkan dari tangki ke tandon, dan dimanfaatkan semaksimal mungkin,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, I Putu Widiada, Sabtu (20/1).

Menurutnya, BPBD Klungkung juga mengerahkan bantuan dua tangki air untuk warga Gelogor di Desa Pikat.

“Atas permintaan warga, kami akan distribusikan air bersih ini setiap hari. Satu tangki ke warga di wilayah Sangluh dengan kapasitas 5 ribu liter. Sementara ke wilayah Gelogor setiap hari dua tangki,” ungkap Widiada.

Dihubungi terpisah, Perbekel Desa Pesinggahan I Nyoman Suastika mengakui warga di Banjar Sangluh sudah dua minggu terakhir kebingungan mencari air bersih.

“Saat jaringan air rusak, kami sudah minta warga di Sangluh untuk cari air di kantor desa. Namun karena kerusakan ternyata cukup lama, beberapa warga minta agar dibantu disuplai air bersih. Mungkin warga terkendala jika setiap hari harus cari air ke kantor desa,” ungkap Suastika.

Menanggapi keluhan warga, pihak desa lalu bersurat kepada BPBD Klungkung dan berkoordinasi dengan Perumda Panca Mahottama (PDAM Klungkung) untuk mendapatkan bantuan air bersih.

“Saat ini perbaikan masih berlangsung dan informasi terakhir masih menunggu alat yang dibeli di Surabaya. Kami tentu berharap jaringan air ke wilayah Sangluh bisa cepat rampung diperbaiki, sehingga air kembali mengalir normal,” harap Suastika. (AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *