oleh

PEMPROV BALI AMBIL LANGKAH STRATEGIS GUNA PERCEPATAN VAKSINASI PMK

LOKA DEWATA, Denpasar- Untuk menindaklanjuti arahan Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nasional, agar PMK tidak menjadi isu yang mengganggu jalannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Pemerintah Provinsi Bali melalui Satgas PMK Provinsi Bali mengambil langkah-langkah strategis dalam percepatan vaksinasi PMK. Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang sekaligus sebagai Ketua Satgas PMK melayangkan surat kepada bupati/walikota se-Bali tertanggal 3 Oktober 2022 terkait percepatan vaksinasi PMK.

Dalam surat tersebut disampaikan, akhir Oktober 2022, vaksinasi PMK Tahap I sudah mencapai 80% dari total populasi hewan ternak sapi, kerbau, kambing dan babi. Total populasi dan target vaksinasi apabila kabupaten/kota telah memenuhi target 80% vaksinasi Tahap I, diharapkan untuk tetap melaksanakan vaksinasi PMK. ‘’Selama Oktober 2022 agar fokus pada vaksinasi PMK Tahap I dan menunda vaksinasi PMK Tahap II,’’ papar Sekda Dewa Indra.

Sekda Dewa Indra juga meminta agar menambah jumlah vaksinator PMK, khususnya di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Karangasem serta melaksanakan gebyar vaksinasi PMK di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Karangasem.

Disampaikan pula agar Satgas Penanganan PMK Kabupaten/Kota melibatkan asosiasi usaha peternakan sapi, kerbau, kambing dan babi. ‘’Satgas Penanganan PMK Provinsi Bali, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali, siap memfasiltasi/mendukung vaksinasi PMK di Kabupaten/Kota,’’ ujar Dewa Indra. (FID/LOKA).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *