oleh

PELAJAR DAN MAHASISWA DI BALI SEMANGAT MENGIKUTI KELAS KEBAL HOAX

LOKA DEWATA, Kuta – Pada hari Minggu (11/09) dimulai pukul 13.00 hingga pukul 16.30 WITA, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia bekerjasama dengan SiberKreasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah sukses mengadakan Kelas Kebal Hoaks yang pertama kali di Bali dengan bertempat di Hotel Harris Kuta Galleria.

Cakupan peserta pada Kelas Kebal Hoaks ini sangat heterogen. Mulai dari pelajar, mahasiswa, bapak-bapak hingga ibu-ibu dari Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia, UMKM Bali, bahkan komunitas pemuda juga hadir.

Beberapa perwakilan komunitas yang sangat bersemangat antara lain aktif mewakili Social Project Bali, Komunitas Coding Mum Indonesia Bali, Sahabat Netra Bali, KITAPIXEL Digital , Buleleng Sosial Community dan Komunitas Film Luar Kotak. Kehadiran kalangan pelajar diwakili dari Madrasah Aliyah Tawakkal.

Sementara itu, dari kampus-kampus ternama di Bali juga hadir mahasiswa dari Universitas Negeri Pendidikan Ganesha, Universitas Warmadewa, Universitas Udayana dan London School Public Relation Bali serta kampus Alfa Prima. Tidak ketinggalan juga perwakilan dari team Taboo Dinas Kominfos Denpasar dan team Pramuka Denpasar hadir juga untuk belajar bersama.

Kegiatan Kelas Kebal Hoaks yang pertama kali di Bali ini sangat didukung oleh Pemerintah Provinsi Bali. Sambutan yang diberikan oleh Bapak Gubernur Bali dibacakan dengan lancar oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, yaitu I Ketut Swika, SE,Ak., M.A.P

“Mengingat penggunaan teknologi digital merupakan suatu keniscayaan, tanpa perhatian serius dari semua pihak dikhawatirkan resiko-resiko negatif tersebut semakin membesar. Masyarakat perlu diajak untuk dapat memanfaatkan teknologi digital ini dengan cerdas, bijak, produktif dan tepat guna” terang Swika saat membacakan sambutan dari Gubernur Bali.

Pengadaan kelas praktik periksa fakta secara aktif ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi masyarakat agar mampu memahami dan menganalisa suatu informasi sehingga nantinya dapat terbentuk kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai dan internet. Selain itu kegiatan ini juga mempunyai tujuan agar masyarakat teredukasi dalam menggunakan alat dan metode periksa fakta sederhana yang mudah dipahami.

Materi pada kelas kebal hoaks kali ini dibawakan oleh Riza Dwi, salah satu pemeriksa fakta MAFINDO serta Indria Trisni Puspita, Koordinator Wilayah MAFINDO Bali. Mereka berdua menyampaikan materi secara bergantian. Materi terdiri dari pengenalan dan jenis hoaks, jurus cek fakta melalui chatbot Kalimasada 089521600500, cara mencari artikel klarifikasi, langkah audit media sosial, cara klarifikasi konten editan, foto, video dan diakhiri dengan penyampaian klarifikasi konten lokasi.

Dinamakan kelas aktif, karena ketika materi selesai disampaikan, para peserta dengan didampingi oleh beberapa relawan dari MAFINDO Bali langsung membentuk kelompok diskusi dan melakukan praktik mengerjakan soal klarifikasi informasi. Selama 50 menit setiap kelompok berdiskusi aktif dan menjawab soal-soal dari panitia. Setelah waktu yang ditentukan selesai, perwakilan setiap kelompok diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil kerja mereka. Untuk menambah semangat Tangkal Hoaks, masing-masing kelompok menyerukan yel-yel sebelum mempresentasikan hasil pengerjaan soal klarifikasi.

Sebelum kegiatan berakhir, beberapa peserta menyampaikan harapannya agar Kelas Kebal Hoaks ini dapat diadakan di lembaga dan komunitas mereka. Bahkan salah satu peserta, Adelia Zahra Khoirunnisa yang mewakili Madrasah Aliyah Tawakkal Bali berharap agar pelatihan ini tidak hanya diadakan kali ini saja, namun dapat dilanjutkan dengan kelas selanjutnya yang lebih tinggi lagi tingkat kesulitannya.

“Acaranya sangat seru, peserta dari berbagai umur juga sangat antusias. Harapan saya semoga Kelas Kebal Hoaks ini bisa menjangkau kota-kota lain di seluruh Indonesia agar tingkat edukasi dan literasi digital masyarakat lebih merata” jelas Riza juga.

Untuk itu, di akhir kegiatan ini para peserta menginginkan agar grup komunikasi yang sudah terbentuk untuk tetap dilanjutkan lagi agar kegiatan-kegiatan Tangkal Hoaks ini lebih sering lagi diadakan bersama, dengan diinisiasi oleh MAFINDO Bali didukung oleh pemerintah dan masyarakat,(FID/LOKA).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *