oleh

TIM BANTUAN MEDIS JANAR DUTA FK UNUD LAKSANAKAN PENGOBATAN GRATIS DI PEYADNYAN NGABEN MASSAL SEKAA SUKA-DUKA DWI YADNYA DESA NONGAN, KARANGASEM

LOKA DEWATA, KARANGASEM – Badan Semi Otonom Tim Bantuan Medis (BSO-TBM) Janar Duta Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melakukan pengobatan gratis serta pengecekan kesehatan masyarakat di Desa Nongan. Tim yang terdiri dari13 orang ini berkolaborasi dengan 22 orang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) XXV Universitas Udayana Kelompok Desa Nonganmelaksanakan pengobatan gratis di Banjar Bukian Desa Nongan Minggu (24/7) kemarin.

Pembina BSOTBM Janar Duta, dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked, M.Biomed, Sp.And, di sela waktu melaksanakan pengobatan gratis mengatakan bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh Sekaa SukaDuka Dwi Yadnya Desa Adat Nongan dalam rangka persiapan kegiatan Ngaben Massal di Desa tersebut sangat positif bagi masyarakat sekitarsekaligus memberi kesempatan yang bagus bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah.

“Dalam kegiatan (pelayan Kesehatan gratis – red) ini, saya sengaja mengajak adik-adik mahasiswa karena mereka perlu memiliki pengalaman memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta sekaligus menerapkan apa yang mereka pelajari selama ini”, jelas dr. Pram seraya menegaskan disamping melaksanakan pengobatan gratis juga menyerahkan bantuan seperangkat peralatan P3K.

Dokter yang ibunya berasal dari Nongan ini juga menyampaikan doa terbaik bagi seluruh panitia dan anggota Sekaa yang melaksanakan ngaben massal ini serta mahasiswa KKNPPM agar kegiatan yang telah direncanakan kedepannya dapat berjalan dengan baik. Pada kesempatan tersebut, dr. Pram juga memberikan saran-saran terkait upaya yang perlu dilakukan oleh masyarakat (sekaa ngaben – red) agar tetap sehat selama pelaksanaan prosesi upacara yang membutuhkan waktu dan sangat menguras tenaga.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKNPPM XXV Universitas Udayana yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sangat antusias dengan diadakannya kegiatan ini mengingat kegiatan ini merupakan salah satu tujuan bersama mahasiswa dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat terlebih dalam bidang kesehatan masyarakat.

Kadek Lalo Junartha, Koordinator KKN Desa Nongan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak TBM Janar Duta yang telah melaksanakan kegiatan dan mengizinkan seluruh mahasiswa KKN untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurut Lalo, kegiatan iniselaras dengan tema KKN Kelompok Desa Nongan, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat untuk meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Era Society 5.0 Menuju Desa Nongan BERSERI (Bersih, Sehat & Asri)”. Lalo berharap langkah ini dapat menjadi bukti kepedulian mahasiswa dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi ditengah masyarakat.

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat sekitar. Diikuti lebih dari 150 pasien yang melakukan pengobatan dan konsultasi kesehatan. Dari pagi antrean pasien sudah dilayani dengan baik. Diawali dengan pengambilan nomor antrian serta registrasi pasien. Kemudian pasien diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kondisi vital seperti tekanan darah, suhu dan lain sebagainya. Dilanjutkan dengan konsultasi dokter dan juga akan dilakukan pemeriksaan laboratoriumsederhana sekiranya pasien dirasa memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pasien akhirnya diarahkan untuk mengambil obat-obatan pada bagian farmasi pada kegiatan tersebut.

“Pasien yang datang pada hari ini sebagian besar memiliki keluhan alergi, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), dan maag (dispesia) namun kasus terbanyaknya sendiri adalah Hipertensi dan Rematik Tulang”, jelas Dwi Kukuh Prayitno selaku Koordinator Bidang Kesehatan Masyarakat KKNPM XXV Desa Nongan yang mengkoordinasikan pihak mahasiswa KKN dengan pihak panitia kegiatan.

Kelihan Banjar Bukian, Nengah Sudira Tilem, mewakili Sekaa Suka-Duka Dwi Yadnya Nongan  menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya pelayanan pengobatan gratis ini seraya berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi di waktu yang akan datang sehingga kesehatan masyarakat Desa Nongan bisa tetap terjaga dengan baik serta dapat menjadi langkah awal bagi warga Desa Nongan dalam membentuk komunitas yang sehat demi terciptanya masyarakat Indonesia yang sehat. (RK/LOKA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *