oleh

NY. PUTRI KOSTER DALAM DIALOG INTERAKTIF IMPLEMENTASI SEMANGAT KARTINI MENUJU BALI ERA BARU

LOKA DEWATA, DENPASAR – Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menjadi narasumber dalam acara dialog interaktif Bahtera (Bahagia dan Sejahtera) TVRI Bali yang mengusung tema ‘Implementasi Semangat Kartini Menuju Bali Era Baru. Ny. Putri Koster tampil bersama Ketua LSM Bali Sruti Luh Riniti Rahayu pada acara yang disiarkan secara live dari Studio TVRI Bali, Rabu (13/4/2022) sore.

Dalam paparannya, Ny.Putri Koster menyampaikan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan diterapkan pada masa kini, bahkan hingga masa mendatang. Karena menurutnya, semangat yang diusung oleh RA Kartini adalah semangat untuk maju. Oleh sebab itu, TP PKK Provinsi Bali menjadikan bulan April sebagai momentum untuk menyegarkan kembali ingatan akan semangat perjuangan RA Kartini.

“Ini harus terus disampaikan, jangan sampai kita melupakan sejarah. Karena masa sebelumnya menjadi inspirasi bagi masa kini dan masa kini akan menjadi inspirasi bagi masa mendatang,” ucapnya.

Lebih jauh beliau mengungkap, salah satu sikap yang bisa diteladani dari sosok pahlawan emansipasi perempuan itu adalah jalan perjuangan yang ditempuh. RA Kartini tidak menggunakan cara fisik dalam berjuang. Berbekal kecerdasan yang dimiliki ia berjuang melalui goresan pena. “Semangat ini perlu kita lanjutkan. Jadi peringatan Hari Kartini jangan hanya diidentikkan dengan kebaya dan konde,” lanjutnya.

Semangat itu pulalah yang menginspirasinya dalam menggerakkan TP PKK dan Dekranasda Provinsi Bali. Satu hal yang sangat menginspirasinya dari sosok RA Kartini adalah kecerdasan membaca situasi. “Dalam melakukan program apapun, terlebih dahulu harus kita cermati adalah situasi. Pemahaman terhadap situasi akan memudahkan dalam menyusun program tepat sasaran,” imbuhnya.

Selanjutnya, beliau lantas mencontohkan program Dekranasda Provinsi Bali dalam membantu pelaku IKM dan UMKM yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19. Di awal pandemi, para perajin diarahkan untuk memproduksi masker kain karena saat itu terjadi kelangkaan masker medis. Langkah ini menurutnya cukup membantu pelaku IKM dan UMKM untuk bisa tetap bertahan di tengah situasi prihatin. Selanjutnya, perempuan yang dikenal sebagai seniman multi talenta ini juga memberi perhatian pada upaya pelestarian produk kerajinan tradisional yang menghadapi berbagai persoalan.

Masih terkait dengan semangat emansipasi, pendamping orang nomor satu ini kembali mengingatkan agar para perempuan tetap menjaga keseimbangan antara karier dan ranah domestik. “Jangan sampai terbawa arus ranah publik dan meninggalkan ranah domestik. JIka hal itu sampai terjadi, anak-anak kita yang menghadang bahaya seperti jadi korban penyalahgunaan narkoba dan ancaman lainnya,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Ny. Putri Koster berpendapat bahwa saat ini perempuan sudah makin berani memengemukakan pendapat baik di ranah publik maupun domestik. Namun ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tetap dilakukan dengan mengedepankan etika. Lebih dari itu, di tengah kemajuan teknologi di bidang komunikasi, para perempuan diharapkan menyikapi dengan cerdas.

“Jangan sekali-kali ikut andil dalam menyebakan hoax karena itu sama saja kita ikut andil meracuni pikiran anak-anak. Kalau dulu ada istilah mulutmu harimaumu, sekarang ada istilah jarimu harimaumu,” cetusnya.

Sependapat dengan Ny. Putri Koster, Luh Riniti Rahayu mengajak seluruh elemen untuk menggelolarakan semangat Kartini di sepanjang bulan April dan mengimplementasikannya pada bulan-bulan berikutnya. Menurutnya semangat RA Kartini sangat relevan diterapkan saat ini terutama jika dikaitkan dengan pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Bali. (RK/LOKA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *