oleh

CANDI TEBING TEGALLINGGAH, PURA YANG TERPANGHAT DI BALI

LokaDewata.com, Jika kalian ke Bali pasti kalian gak asing lagi dengan yang satu ini, yep Pura. Pura adalah istilah untuk tempat beribadah bagi umat Hindu di Indonesia. Keberadaan pura memang begitu mudah dijumpai di Bali, seperti di tempat ramai ataupun di wilayah terpencil, salah satunya Candi Tebing Tegallinggah Blahbatu.

Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh merupakan sebuah candi yang ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari Belanda bernama Krijsman. Beliau memperkirakan bahwa candi ini merupakan bangunan peninggalan dari abad ke 12 Masehi. Penemuan candi ini pun berlangsung secara unik. Apalagi, bangunan candi ini secara langsung dipahat pada dinding tebing.

Awalnya, masyarakat menyangka kalau pahatan yang ada di dinding tebing tersebut merupakan sebuah pintu gerbang atau gapura. Namun, siapa sangka kalau penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh Krijsman mengungkapkan hal lain. Dia menjumpai bahwa terdapat tangga yang bisa dipakai untuk menuju ke bagian atas candi. Di situ, dia pun menemukan keberadaan candi secara komplet di beberapa cerukan.

Desain Unik Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh

Candi ini sebenarnya memiliki desain yang unik. Proses pembuatan yang dilakukan secara langsung dengan pemahatan pada tebing, mengingatkan pada keberadaan Pura Gunung Kawi. Sayangnya, Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh terlihat sebagai bangunan pura yang masih setengah jadi. Bahkan, beberapa bagian dari candi ini kini sudah berupa reruntuhan. Gapura menjadi salah satu bagian yang kini menjadi reruntuhan.

Dengan kondisi penemuan seperti itu, para peneliti memperkirakan kalau proses pengerjaan candi ini mengalami gangguan. Gangguan yang terjadi kemungkinan besar adalah gempa bumi. Dengan situasi seperti itu, mau tidak mau proses pengerjaannya kemudian dihentikan secara total.

Meski begitu, Candi Tebing Tegallinggah Blahbatuh ini memiliki beberapa keunikan lewat tujuh ceruk serta 3 lingga yang ditemukan oleh para peneliti. Lingga yang ada di candi ini merupakan lingga yang menggambarkan sosok trimurti dalam agama Hindu, yakni Dewa Siwa, Wisnu, serta Brahma. Sementara itu, ceruk menjadi lokasi bagi para pengunjung yang ingin melakukan pertapaan sebagai sarana pendekatan diri kepada Sang Hyang Widhi. (CF/Google)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *