oleh

AYO SEGERA GANTI 6 JENIS MAKANAN YANG SERING KAMU KONSUMSI INI, DEMI KESEHATAN ANDA.

DENPASAR, LOKADEWATA.COM – Tanpa sadar, kita mengonsumsi beberapa makanan tidak sehat untuk panganan sehari-hari. Bahkan, orang dengan penyakit tertentu dianjurkan untuk pantang makanan-makanan ini. Beberapa makanan yang tidak sehat itu sudah telanjur masuk ke dalam jadwal makan sehari-hari.

Padahal, ada penyakit fatal yang siap mengintai tubuh, seperti diabetes dan stroke, jika kita terus mengonsumsi sejumlah makanan tidak sehat ini. Dikutip dari Kompas.com, ada sejumlah makanan sehari-hari yang rupanya perlu dihindari demi kesehatan.

Berikut ini beberapa jenis makanan tersebut beserta saran makanan penggantinya:

1. Bubur kacang hijau

Bubur kacang hijau memang selalu jadi favorit apalagi di kala musim hujan.

Namun, tahukah bahwa nutrisi kacang hijau di bubur ini tidak ada apa-apanya dengan risikonya.

Walaupun kacang hijau sehat, namun faktanya bubur kacang hijau dengan kuah santan mengandung banyak lemak.

Hal ini karena bubur kacang hijau mengandung santan yang lemak jenuhnya dapat memicu penyempitan pembuluh darah.

Jika dibiarkan, penyakit jantung dan stroke bisa tiba-tiba menjangkiti tubuh.

Jangan khawatir, Tribunners bisa mengganti santan dalam bubur kacang hijau dengan susu tanpa lemak.

Penggunaan gula pun harus dikurangi supaya tidak memicu diabetes.

2. Nasi Goreng

Makan malam memang paling enak ditemani oleh nasi goreng ala penjual nasi goreng tek-tek.

Mungkin kalian juga sering makan nasi goreng sebagai makanan sarapan untuk menyiasati nasi sisa kemarin.

Jika kamu termasuk yang sering melakukan hal ini, alangkah baiknya untuk mulai membatasi

Pasalnya, nasi goreng termasuk pilihan makanan yang tidak sehat karena padat kaori.

Lebih baik, ganti nasi goreng dengan nasi tim atau nasi biasa dengan lauk yang rendah lemak.

3. Mi Instan

Mi instan menjadi makanan favorit orang Indonesia karena harganya yang murah, rasanya yang enak, dan mengenyangkan.

Padahal, konsumsi mi instan sebaiknya dikurangi karena mengandung zat-zat kimia  seperti MSG dan pengawet yang berbahaya untuk tubuh.

Selain itu, makanan instan jenis ini mengandung banyak lemak sehingga membuat kita cepat lapar.

Jika ingin menyantap mi, lebih baik membuat sendiri mi basah dari bahan tepung gandum tanpa tambahan kunig telur.

Dikutip dari Kompas.com, konsumsi mi instan maksimal 1-2 kali perminggu. (*)

4. Nasi Putih

Banyak orang lebih suka menyantap nasi putih ketimbang nasi merah karena berbagai hal, termasuk dinilai lebih pulen dan “manis”.

Tetapi, pada kenyatannya, beras putih adalah beras yang bagian-bagian terpentingnya sudah terbuang, sebaik apa pun kualitasnya.

Nasi putih akhirnya dianggap termasuk bahan makanan yang mendekati kategori karbohidrat simpleks, yaitu mempunyai indeks glisemik yang tinggi karena serat-serat kelopaknya sudah hilang.

Seperti diketahui, karbohidrat terdiri dari 2 jenis, yakni karbohidrat kompleks dan karbohidrat simpleks.

Jika bisa memilih, pilihlah sumber karbohidrat kompleks karena mengandung serat.

Proses penyerapan karbohidrat kompleks di dalam usus lebih lama dibanding karbohidrat simpleks sehingga membantu kira cepat kenyang dan mencegah makan berlebih.

Sebaliknya, karbohidrat simpleks sangat cepat diserap di dalam usus sehingga membuat kita cepat lapar dan mengantuk apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Sedangkan, indeks glisemik adalah kecepatan naiknya kadar gula darah apabila seseorang makan bahan makanan sumber karbohidrat.

Terkait hal ini, nasi merah atau nasi cokelat adalah contoh sumber karbohidrat kompleks yang memiliki indeks glisemik yang rendah.

Oleh karena itu, konsumsi nasi putih alangkah baiknya diganti dengan nasi merah atau nasi cokelat.

5. Roti putih

Roti putih juga termasuk contoh sumber karbohidrat yang indeks glisemiknya tinggi, bersama nasi putih gula pasir, gula jawa, gula merah dan tepung.

Tingginya indeks glisemik ini dapat memengaruhi kecepatan naiknya kadar gula darah bila seseorang makan bahan makanan sumber karbohidrat.

Terlalu banyak makanan jenis ini dapat memperbesar peluang terkena diabetes mellitus tipe 2.

Dengan begitu, alangkah baiknya ganti konsumsi roti putih dengan roti gandum yang penuh serat.

6. Sereal instan

Jika suka sereal, pilih yang rendah lemak dan rendah gula.

Saat ini di media, banyak sekali iklan produk sereal instan. Pada umumnya, sereal dimakan untuk sarapan sehat.

Akan tetapi, sereal instan bisa jadi mengandung lemak yang lebih tinggi daripada minyak maupun susu, atau padat gula.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin pilihlah sereal instan yang rendah lemak dan rendah gula.

Jika tidak tersedia di pasaran, kembalilah ke roti gandum atau nasi merah.

Untuk sarapan atau makan sehat, kita juga bisa mengonsumsi buah-buahan yang mengandung karbohidrat dan serat seperti apel. (DP/LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *