oleh

INI DIA PERBEDAAN DARI “RAMEN” DAN “RAMYUN” YANG TERLIHAT SERUPA TAPI TAK SAMA

DENPASAR,LOKADEWATA.COM – Apa Anda pernah menonton drama Korea Selatan dan Jepang ?

Mungkin banyak orang pernah menonton drama dari kedua negara tersebut. Bagi Anda yang sudah menontonnya, tentu tidak asing dengan makanan yang sering dimakan oleh para pemain dalam drama, seperti sushi maupun ramyun. Bagi yang pernah nonton drama Korea pasti pernah melihat aktor-aktrisnya makan ramyun, ketika memperhatikan mereka makan ramyun, Anda merasa itu mirip dengan ramen, makanan khas Jepang.

Meskipun sekilas mirip, ramyun dan ramen sebenarnya berbeda, lantas apa bedanya? Ramen dan ramyun sekilas dilihat hampir mirip, tetapi keduanya tak sama, ramyun atau ramyeon adalah hidangan mi asal Korea yang dipengaruhi oleh ramen asal Jepang, pada dasarnya, kedua hidangan mi ini berasal dari hidangan bernama lamian asal China. Dilansir dari Koreaetour.com, hidangan lamian asal China pertama kali diperkenalkan ke Jepang pada akhir abad ke-19 oleh para imigran China.

Nantinya, variasi yang ada di Jepang akan berkembang jadi ramen. Dilansir dari Korea.stripes.com, ramen masuk ke Jepang pada era Meiji. Pada masa itu ramen terdiri dari mi berbahan dasar gandum bergaya China dengan kuah kaldu dan berbagai toping, walaupun terlihat sederhana, ramen jepang mengombinasikan banyak bahan bercita rasa kuat yang pembuatannya butuh waktu lebih dari seharian.

Ramen Kata “ramen” sendiri berasal dari lamian yang artinya mi yang dibuat renggang, setelah Perang Dunia II berakhir, nilai gandum impor bertambah dan akhirnya membantu persebaran budaya ramen. Ramen identik punya rasa yang berbeda satu sama lain tergantung pada koki mana yang membuatnya.

Setiap daerah juga punya cita rasa ramen berbeda, tergantung bahan makanan lokal yang digunakan. Ciri khas ramen adalah rasa yang lebih lembut (mild). Kuah kaldu ramen Jepang biasanya dibuat dari kaldu ayam, seafood, atau babi, ada lima jenis utama ramen Jepang. Di antaranya adalah shoyu yang merupakan kuah dengan bahan dasar kecap, miso, dengan bahan dasar pasta kedelai. Kemudian ada shio, kuah dengan bahan dasar garam. Lalu ada tonkotsu, kuah ramen dengan bahan dasar rebusan tulang babi. Dan terakhir adalah ramen kari.

Ramyun, ramen akhirnya masuk ke Korea pada awal 1960-an yang akhirnya disebut ramyeon atau ramyun. Sementara di Korea, ramyun diproduksi secara massal menjadi mi instan yang hanya butuh waktu sebentar dalam pembuatannya. Dilansir dari situs Restaurantindia.com, ramyun jadi begitu populer karena ramyun sangat mudah dibuat dan cepat dimakan, harganya juga murah dan membuat ramyun jadi makanan yang ideal dikonsumsi kapan pun dan di mana pun. Ramyun juga identik sebagai camilan malam Korea yang disebut yasik.

Yasik adalah budaya orang Korea untuk makan camilan di malam hari. Biasanya dilakukan para pekerja malam dan murid universitas yang harus belajar hingga dini hari, camilan jadi kebutuhan. Dahulu, orang Korea suka makan kue beras yang diisi dengan pasta kacang manis bernama chapssaltteok, kini kebutuhan itu berganti jadi ramyun yang mudah dimasak. Ramyun Korea memiliki cita rasa kuat dan biasanya pedas.

Sementara itu, ramyun Korea dibuat dari bumbu yang sudah diproses. Orang Korea biasa menambahkan kimchi, daging babi, sayuran, atau toping seafood lainnya untuk menambah rasa ramyun, ramyun korea juga identik sebagai mi instan dalam kemasan yang hanya perlu direbus sebentar untuk proses memasaknya. Kini, ramen dan ramyun masih sama-sama populer dengan penggemarnya masing-masing, khususnya ramyun yang semakin hari semakin populer berkat kemunculannya di berbagai drama Korea. (DP/LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *