oleh

YUK INTIP, 5 KESENIAN TRADISIONAL KHAS BALI YANG PERLU KAMU KETAHUI

DENPASAR,LOKADEWATA – Provinsi Bali atau yang dikenal juga dengan sebutan Pulau Dewata memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya. Kepopuleran Bali bahkan kini sudah menyebar hingga ke seluruh dunia. Siapapun yang mengunjunginya tidak hanya menikmati pemandangan wisata, tapi juga menyimak pertunjukan kesenian tradisional khas Bali. Ada beberapa hal yang mempengaruhi terbentuknya kesenian khas Bali. Bali sebagai pulau yang letaknya di bagian tengah Indonesia memiliki bahasa daerah yang khas, tidak mirip dengan daerah lain.

Kehidupan warganya sangat memelihara keseimbangan alam. Sedangkan untuk budaya yang mencakup kebiasaan dan kesenian, masyarakat Bali menerima banyak pengaruh dari sejarahnya. Seperti penguasaan Majapahit pada abad ke-8 sampai abad ke-14 Masehi, kemudian masuknya agama Hindu setelahnya melalui saudagar-saudagar India. Agama Hindu memiliki pengaruh besar dalam terbentuknya kesenian tradisional khas Bali. Di mana hampir semua kesenian memiliki nilai kesakralan, kesucian, dan unsur religius di dalamnya.

Di tengah zaman modern dengan sektor pariwisata yang makin meningkat, kesenian tradisional khas Bali tidak hanya digelar untuk ritual upacara keagamaan. Tapi juga sebagai pertunjukan yang sifatnya menghibur dan mengedukasi wisatawan. Berikut ini beberapa Daftar Kesenian Tradisional Khas Bali

1. Tari Kecak

Tari Kecak memang sudah populer karena menjadi ikon kesenian tradisional khas Bali. Tapi, apakah kamu tahu detil dari pertunjukan tarian ini?

Tari Kecak ditampilkan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk membentuk lingkaran. Gerakan tangan mengarah ke atas sembari menyerukan kata ‘cak’ secara berulang menjadi ciri khas tarian ini.

Tujuan awal dari dilakukannya Tari Kecak adalah bentuk komunikasi dengan Tuhan dan roh-roh leluhur dalam menyampaikan harapan-harapan. Tari Kecak juga mengisahkan cerita Ramayana. Di mana saat Rama berjuang menyelamatkan Shinta, Rama dibantu oleh puluhan kera untuk melawan Rahwana.

2. Wayang Kulit Bali

 

Wayang kulit merupakan kesenian yang ada di banyak daerah di Indonesia, tak terkecuali juga menjadi kesenian tradisional khas Bali. Pertunjukan Wayang Kulit Bali digelar dengan dua tema cerita, yakni tema hiburan dengan banyolan komedi lucu, dan tema spiritual yang sangat sakral bagi umat Hindu.

Karena penyampaian cerita yang ringan dan dekat dengan masyarakat, penggemar pertunjukan ini masih menarik perhatian hingga kini. Masyarakat kelas bawah, menengah, maupun kelas atas menyukainya.

Wayang Kulit Bali dimainkan oleh dalang profesional yang bercerita sambil menyenandungkan tembang khas Bali. Iringan musik dari alat-alat musik tradisional Bali membuat pertunjukan makin menarik.

3. Tari Legong

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Tari Legong ini biasa kita kenal dengan sebutan tari Bali. Ternyata, Tari Legong sudah ada sejak abad ke-19. Secara etimologis, kata ‘Leg’ berarti luwes, sedangkan kata ‘Gong’ berarti gamelan.

Kesenian tradisional khas Bali ini bercerita tentang kisah cinta Raja Lasem. Gerakan luwes namun tetap dinamis dengan power yang mantap dan gerakan bola mata menjadi ciri khasnya.

Penari Tari Legong menggunakan baju adat khas Bali berwarna emas dengan sentuhan warna merah, serta lengkap dengan sanggul di kepala yang berhiaskan bunga kamboja dan aksesoris kipas.

6. Tari Barong


Kesenian tradisional khas Bali yang populer lainnya adalah Tari Barong. Tarian ini sangat identik dengan kebudayaan Pra-Hindu. Kostum penari dan setiap gerakannya merepresentasikan pertarungan Adharma (sifat tidak terpuji) dan Dharma (sifat terpuji).

Dharma digambarkan degan kostum binatang berkaki empat. Sedangkan Adharma digambarkan dengan kostum yang memiliki dua taring runcing.

7. Drama Gong


Terakhir, ada Drama Gong yang merupakan drama tradisional yang pertunjukannya diiringi oleh instrument alat musik gong alias gamelan. Munculnya kesenian tradisional khas Bali ini dipengaruhi karena adanya perpaduan budaya tradisional Bali dengan budaya modern barat.

Keduanya bersatu menampilkan pertunjukan bergaya klasik kontemporer. Ditambah dengan bahasa dialog yang digunakan umumnya adalah bahasa sansekerta, atau bahasa Bali klasik.

Drama Gong mengambil cerita sejarah bertemakan cinta, kisah heroik, dan lain sebagainya. Hanya di hari-hari tertentu dan upacara spesial yang menyertakan pertunjukan Drama Gong ini.(CF/LD).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *