oleh

SEIRING WAKTU TREN WISATA MURAH BERGESER MENJADI WISATA BERSIH DAN HIGENIS

BULELENG, LOKADEWATA – Tren pariwisata murah perlahan akan bergeser ke akses pariwisata bersih dan higienis seiring dengan penerapan protokol kesehatan di dunia pariwisata berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan environmental Sustainbility).

Ditengah Pandemi COVID-19, Penerapan protokol menjadi kewajiban bagi seluruh sektor termasuk pariwisata. Apalagi, dunia pariwisata ini lebih melibatkan pihak-pihak lain. Untuk membangkitkan kembali dunia pariwisata ditengah kelesuan COVID-19, Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng memberikan bimbingan teknis bagi pekerja pariwisata dibidang hotel dan restoran.

Bimbingan teknis ini melibatkan narasumber dari Ikatan Doker Indonesia (IDI) hingga instruktur pariwisata mengenai penerapan prokes untuk sektor perhotelan.

“Para pegawai ini berperan penting dalam menjaga kebersihan di hotel dan restoran bagi tamu. Selain itu Implementasi protokol CHSE memegang peranan penting dan diperlukan komitmen bersama agar pariwisata kembali bangkit,” ujar oleh Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Made Sudama Diana

Diharapkan para pegawai hotel dan restoran akan memiliki pengetahuan dan wawasan mengenai pentingnya penerapan protokol CHSE di sektor pariwisata.

“Saat ini terjadi pergeseran tren pariwisata dari wisata murah menjadi wisata bersih dan higienis.  Harapannya dari bimbingan teknis ini protokol kesehatan diterapkan pada fasilitas di tempat kerja masing-masing sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi COVID-19,” sambungnya

Sudama menambahkan, bimbingan teknis ini sejalan dengan dengan sertifikasi aman Covid-19 untuk sektor pariwisata. Hingga saat ini sudah ada 82 usaha akomodasi di Buleleng yang sudah mendapatkan sertifikat aman COVID-19.

“Rinciannya, sebanyak 71 hotel dan 11 restoran yang sudah sertifikasi aman Covid-19,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *