oleh

DIDUNIA BISNIS, UMKM HARUS BERJIWA ENTERPRENEUR UNTUK MAMPU BERSAING

DENPASAR, LOKADEWATA.COM —               Di sela-sela mengikuti Karya Kreatif Indonesia 2020 Seri 3 secara virtual Ketua Dekranasda Bali Ny. Putu Putri Suastini Koster menerangkan bahwa pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya di Bali perlu memiliki jiwa entrepeneur yang tangguh. Tak hanya itu, pelaku UMKM juga wajib memiliki jiwa petarung dalam berbisnis. Hal tersebut diungkapkannya dari rumah jabatan Jaya Sabha, Jumat (20/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut Ny. Putri Koster menyebutkan jika memiliki jiwa entrepreneur maka pelaku UMKM akan berupaya mencari jalan keluar terhadap kendala-kendala yang dihadapi baik di bidang permodalan, alat-alat dan bahan baku kerja termasuk kualitas produk, serta pemasaran. Seperti halnya di bidang permodalan, UMKM bisa mengakses lembaga keuangan seperti BPD Bali. “UMKM tak boleh hanya berharap mendapatkan modal secara gratis dari pemerintah maupun pihak lainnya,” tegasnya. Dengan modal yang cukup, UMKM akan mampu membeli peralatan serta bahan baku yang dibutuhkan. Di dalamnya juga UMKM mampu memproduksi barang yang berkualitas sesuai dengan harapan masyarakat.

Sementara khusus untuk pemasaran, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa di tengah kondisi pandemi seperti saat ini UMKM bisa menggunakan platform digital dan masuk ke market place. “Selain ringan dari sisi biaya, jangkauan market place juga sangat luas (menjangkau dunia) sehingga peluang pemasaran pun akan makin luas,” imbuhnya. Dengan memiliki jiwa entrepreneur makan UMKM dapat mencari jelan keluar dari setiap masalah yang dihadapi. Dengan begitu, sejak hulu hingga hilir, pelaku UMKM takkan pernah mengeluh.

Adapun fungsi Dekranasda berkewajiban menyerap aspirasi pelaku UMKM, yang nantinya Dekranasda akan melakukan upaya sehingga aspirasi tersebut dapat terwujud. Salah satu yang diupayakan Dekranasda adalah melakukan pameran-pameran produk UMKM di Bali untuk mempertemukan pembeli dan penjual. Sebelumnya telah dirancang sejumlah pameran, bahkan tak ada bulan tanpa kegiatan pameran. Maka pelaku UMKM dapat menyalurkan aspirasinya kepada Dekranasda

Namun karena situasi covid-19 yang melarang adanya kerumunan, pameran kali ini tetap digelas namun secara virtual melalui platform digital. Selanjutnya, UMKM bisa masuk ke market place yang memungkinkan menjangkau calon-calon konsumen secara luas. “UMKM bisa memasukkan biaya pameran dalam costproduksi. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak mengeluarkan uang kantong sendiri untuk melakukan pameran. Ke depan, UMKM harus berupaya mengikuti pameran secara mandiri tak lagi bergantung dengan pemerintah,” ujar Ny. Putri Koster.

Diakhir kesempatan tak lupa Ny. Putri koster mengingatkan pelaku UMKM agar segera mandiri. Selama ini, UMKM diajak berpameran ke suatu daerah. Biaya transportasi maupun akomodasi pun sudah ditanggung. Namun ke depan, UMKM harus bisa mandiri. “Prinsip UMKM tak boleh manja lagi, tunjukkan jiwa entrepreneur atau petarung tangguh dalam berbisnis,” pungkas Ny. Putri Koster memotivasi. (AG/LOKA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *