MEMILIKI SEGUDANG MANFAAT POSITIF, GUBERNUR KOSTER INGIN SEJAJARKAN ARAK BALI DENGAN MINUMAN SPIRIT LAINNYA

DENPASAR, LOKADEWATA.COM—. Tanpa disadari ternyata petani arak Bali mendapatkan keuntungan yang melimpah, hal ini disampaikan langsung oleh karena I Made Agus Gelgel Wirasuta bahwa para petani arak di Desa Tri Eka Buana, saat ini sedang menggunakan alat destilasi dengan 4 kolom bertingkat yang bisa mengirit penggunaan bahan baku arak (Tuak, red). Mengetahui hal tersebut Gubernur Koster meminta Perbekel Desa Tri Eka Buana, I Ketut Derka untuk lebih serius menggarap produksi Arak khas Sidemen, Karangasem ini untuk mensejajarkan arak Bali dengan minuman spirit di dunia dan sekaligus dapatvmeningkatkan perekonomian petani arak. Sabtu (8/8).

Dalam kesempatan tersebut Agus Gelgel juga menerangkan bahwa, “Sekarang para petani hanya menggunakan 40 liter tuak untuk menghasilkan 12 liter arak perharinya. Kalau dulu atau sebelum Pergub Bali No.1/2020 ini lahir, dan sebelum menggunakan alat destilasi tersebut, para petani hanya bisa menghasilkan 10 liter arak perharinya dengan menggunakan bahan baku tuak sebanyak 60 liter. Maka dari itu, karena alat destilasi dengan 4 kolom bertingkat ini memberikan dampak positif, maka pengembangan alat ini akan berlanjut dilakukan ke Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen,” ujarnya dihadapan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng dan Wagub Bali asal Puri Agung Ubud, Gianyar.

Mendengar informasi itu, Gubernur Wayan Koster bersama Wakilnya, Cok Ace langsung meminta Perbekel Desa Tri Eka Buana, I Ketut Derka untuk lebih serius menggarap produksi Arak khas Sidemen, Karangasem ini. Karena Gubernur Bali, Wayan Koster berkeinginan untuk mensejajarkan Arak Bali dengan minuman spirit yang ada di dunia, seperti Whisky, Vodka, hingga Sake. Apalagi Arak Bali di masa pandemi Covid-19, telah dimanfaatkan sebagai salah satu obat terapi yang berhasil menyembuhkan orang tanpa gejala yang terkonfirmasi positif Covid-19.”Saya minta Pak Gelgel melakukan uji coba di tempat karantina Covid, dan ternyata arak ini punya pengaruh untuk mentreatmen pasien positif, dan tingkat kesembuhannya semakin tinggi mencapai 87 persen di Bali,” ujar Gubernur dihadapan para petani Arak 

Tak hanya itu, Gubernur Koster juga membocorkan kinerjanya dengan menyatakan. “Sekarang saya sedang mengajukan Arak Bali ini ke Kemenkumham RI agar memperoleh hak paten sebagai Usada Tradisional (Pengobatan Tradisional,red) dan agar bisa diproduksi untuk menyembuhkan atau memperkuat daya tahan tubuh pasien yang terkena Covid, atau virus yang lainnya,” jelasnya.

Jika dilihat secara ekonomi, Wayan Koster juga mengungkapkan Arak Bali akan dijadikan salah satu produk ekspor unggulan Bali. Untuk mewujudkannya, Gubernur Bali meminta kepada seluruh masyarakat di Pulau Dewata agar bersatu padu mengembangkan potensi Arak Bali ini dari hulu, yang dimulai dengan cara melestarikan kembali pohon Jaka, Kelapa, Ental yang notabene pohon-pohon ini mampu menghasilkan minuman Arak ternama di Bali.(DD/LOKA) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *