oleh

BERBEDA DARI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA, PENGARAKAN OGOH-OGOH PADA PENGERUPUKAN NYEPI TAHUN INI HANYA SEBATAS DI LINGKUNGAN BANJAR DAN DESA ADAT MASING-MASING SAJA

DENPASAR, LOKADEWATA.COM — Jelang perayaan hari Raya Nyepi, masyarakat Bali khususnya yang beragama Hindu pastinya akan mengadakan rangkaian tradisi pawai ogoh-ogoh. Pawai ogoh-ogoh ini biasanya dilaksanakan pada Pengerupukan Nyepi, yang bertepatan dengan Rainan Tilem, Kesanga. Namun ada yang berbeda pada Pengerupukan Nyepi Tahun Saka 1942 ini, yakni pawai ogoh-ogoh yang biasanya diarak sampai di Catur, Muka Denpasar yang merupakan titik-titik pawai dan dititik pawai lainnya ditiadakan. 

Pengarakan ogoh-ogoh dihimbau hanya dilakukan sebatas di lingkungan banjang dan lingkungan Desa Adat masing-masing. Hal ini merupakan hasil rapat bersama antara Bendesa se-Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, guna mengantisipasi penyebaran virus corona. Rapat ini berlangsung di Gedung Dharmanegara Alaya, Lumintang, pada Sabtu (14/3) siang

“Saat pemgerupukan ada pengarakan ogoh-ogoh oleh para seka truna, itu juga diharapkan pengarakannya hanya sebatas di lingkungan Banjar atau Desa Adat masing-masing,” ungkap Anak Agung Sudiana, selaku Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kota Denpasar. Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.

Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia. (PT/LOKA) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed