oleh

11 TIKET PON XX CABOR SELAM DI KANTONGI BALI

JAWA TIMUR, LOKA DEWATA.COM – Babak Kualifikasi PON XX merupakan debut bagi Pengprov POSSI Bali dalam menunjukkan kebolehannya di tingkat nasional. Meski sebelumnya POSSI Bali aktif mengikutsertakan atletnya berlaga pada kejuaraan nasional dan berhasil masuk dalam peringkat 3 besar se-Indonesia, namun hal itu belum dirasa cukup, mengingat POSSI Bali belum pernah berpartisipasi dalam ajang paling bergengsi empat tahunan tingkat nasional, PON. Rabu, (6/11)

Menjadi kebanggaan tersendiri jika Bali mampu menambah koleksi medali dalam Pekan Olahraga Nasional XX, yang nantinya akan digelar di Papua, tahun depan. Untuk meraih tiket PON XX, POSSI Bali wajib menunjukkan prestasinya pada Babak Kualifikasi PON, yang digelar di Jawa Timur (25/10).

Sekum Pengprov POSSI Bali, Selvina Hamid sekaligus selaku official tim PraPON mengungkapkan meski ajang ini terbilang baru untuk cabor selam Bali, 11 tiket PON berhasil direbut oleh kontingen Bali. Hal ini diluar dugaan, mengingat seluruh daerah di Indonesia menurunkan atlet terbaiknya, yang sudah terlebih dulu eksis, disertai dengan pembinaan intensif yang telah dilakukan sejak lama.

Disisi lain, Bali menurunkan atlet selamnya yang rata-rata masih berusia belia. Tentu saja ini menambah rasa percaya diri Pengurus Provinsi POSSI Bali, untuk terus melakukan pembinaan secara optimal, dalam mendukung raihan prestasi atlet binaannya.

Pada nomor kolam yang diselenggarakan di Kolam Renang Saygon, Pasuruan, Jawa Timur (26/10), kontingen cabor Selam Bali meraih 8 tiket dari nomor perorangan putra-putri dan nomor estafet putra-putri. Sedangkan 3 tiket lainnya, berhasil direbut pada nomor laut yang diselenggarakan di Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur (29/10). Sebuah debut yang sukses, namun tidak membuat Pengprov POSSI Bali terlena, karena target utamanya adalah merebut medali untuk Bali pada PON XX di Papua.

Oleh karena itu, persiapan menuju PON XX semakin dimaksimalkan, tidak saja dengan pelatihan fisik, namun pembinaan mental dan karakter atlet, sehingga mampu menjadi atlet militan untuk meraih medali bagi daerah Bali tutupnya. (TG/LOKA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *