oleh

Dapat Rumah Baru Dari Gubernur Koster, Warga Terdampak Shortcut Senang dan Ucapkan Terima kasih

BATURITI, LOKADEWATA.COM – Salah satu warga yg terkena pembebasan lahan dari pembangunan jalan shorcut Mengwi Tani – Singaraja yaitu Wayan Sudiarta. Dengan penuh haru ia menyapaikan rasa terimakasihnya kepada Gubernur Bali Wayan Koster, dimana tanah warisan dan juga rumah bapak ini yang terkena dampak pembangunan Shortcut di titik 3 di desa Batunye, Baturiti, Tabanan mendapat ganti untung.

Pembebasan tanah miliknya yg seluas 13 are di ganti untung senilai 4 miliar oleh Pemerintah Provinsi Bali. Begitu juga dengan rumahnya yang terkena dampak proyek, diganti dengan yang baru dan lebih bagus. “Suksma sudah dibikinkan rumah baru dan juga jalan baru. Tiang matur suksma pak Koster” kata Sudiarta kepada Gubernur Wayan Koster saat meninjau proyek pembangunan shortcut di titik 3. Jumat pagi 7/6/2019.

Penuh suasana kekeluargaan yg sekan tidak ada jarak antara pemimpin dengan rakyatnya itu, Koster pun menasehati Sudiarta bapak empat anak ini agar memanfaatkan uang yang dia peroleh dengan sebaik-baiknya. Jangan di pakai judi sambung ayam maupun hal negatif lainya. Selain itu juga Bapak Gubernur menyarankan supaya Sudiarta membuat warung atau buka usaha.

Ditengah tengah itu Koster pun sempat bertanya kepada Sudiarta, apakah saat akan dipidahkan untuk membangun proyek shortcut ada rasa keberatan? Sudiarta mengaku dirinya dan keluarga tidak ada keberatan, Sudiarta pun mengaku langsung senang karena dibikinin jalan dan rumah bagus. “Jakti pak, jakti pak seneng manah titiang sekeluarga” ungkap Sudiarta.

Dalam Perbincangan itu, Sudiarta pun mempersilahkan Gubernur Koster untuk mampir kerumahnya bila kebetulan lewat dijalan terserbut. “Benjang-benjang yening pak gubernur lewat ngiring simpang! Ujarnya seraya langsung di jawab Gubernur Bali, jika nanti mampir Koster minta dibuatkan kopi.

Gubernur Koster mengatakan kepada awak media, dalam setiap pembangunan shortcut bila ada lahan maupun rumah warga yg terkena dampak proyek agar tidak di gusur. Akan tetapi dibuatkan rumah baru yang lebih bagus dari rumah sebelumnya dan lengkap dengan Merajannya.

“Jadi betul-betul beradab cara kita untuk menyelesaikan lahan lahan yang ada di masyarakat itu. Supaya masyarakat senang. Seperti pak Sudiarta yang ada di shortcut titik 3 itu, senang sekali dia. Rumah baru dan mendapat jalan didepan rumanhya yang sangat luas.” tutur Koster.

Koster menegaskan ganti untung ini merupakan pendekatan baru yang dilakukan pihaknya. “Saya melihat selama ini pembangunan infrastruktur selalu ada gejolak di masyarakat karena cara penanganannya yang menurut saya kurang kultural, kurang beradab. Kalau sekarang harus beradab, dan kita harus pikirkan betul-betul itu, suapaya masyarakat kita senang” tutupnya. (AP/LN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *