oleh

Ibu Putri Koster Kunjungi Pengerajin Tabanan; Bali Harus Miliki Rumah Pameran Khusus Mendatangkan Buyer Untuk Industri Lokal

TABANAN, LOKADEWATA.COM – Sesuai dengan visi dan misi Gubernur Bali, dewan kerajinan daerah bersama dinas perdagangan dan perindustrian provinsi Bali melakukan pendampingan kerajinan industri, mulai dari hulu sampai hilir. bagaimana mampu menghasilkan produk yang inovatif agar pasar itu mengapresiasi dalam rangka menjabarkan visi misi gubernur, membuat branding Bali sesuai dengan keunggulan daerah masing masing dengan tujuan ekspor. Sehingga apabila ekspor berjalan dengan lancar maka perekonomian terangkat dan tenaga kerja juga akan tertampung.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengatakan perlu dibuatkan rumah pameran khusus mendatangkan buyer yang bertujuan mempertemukan antara pemilik home industri dengan pembeli internasional, sehingga terjadi interaksi secara langsung dan berkelanjutan. Selain itu, setiap home industri juga wajib memiliki brosur, pamflet, WEBSITE, dan sejenis produk promosi lainnya.

Pada kesempatan ini Ny. Putri Koster yang didampingi Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Sukawati, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali dan rombongan juga mengunjungi rumah kerajinan keramik milik Anak Agung Gede Ariadi, yang berdiri sejak tahun 2004 dengan 42 tenaga kerja, di Desa Penarukan, Kerambitan-Tabanan.

Hasil kerajinan keramik yang terbuat dari tanah liat asal Kalimantan ini sudah masuk pasar lokal bahkan internasional, yang mana hasilnya 70 persen digunakan oleh hotel dibali, dan beberapa Negara bagian diluar Indonesia, termasuk Asia, Canada dan Malaysia.

Pengrajin keramik A.A. Gede Ariadi berharap akan ada sinergitas dan perhatian dari Pemerintah, sehingga pengrajin kelas menengah mampu berkarya dengan maksimal.

Melanjutkan kunjungan kedua, rombongan Ketua Dekranasda Provinsi Bali melanjutkan kunjungan ke rumah kerajinan warna-warni di Banjar Jambe- Tabanan yang berbahan baku besi di buat berbagai jenis produksi mulai dari lampu, hiasan dinding dan tempat lilin. Usaha milik I Made Agus Semadhi sudah mampu masuk pasar di Negara Jerman dan Inggris, dengan mempekerjakan sebanyak 26 orang, kerajinan ini juga banyak menerima pesanan dari dalam negeri.

Disela-sela kunjungan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Putu Astawa mengajak seluruh pengrajin untuk terus berkarya dan berinovasi untuk memajukan kreativitas perdagangan dengan maksud meningkatkan gairah perekonomian masyarakat. Dengan berkarya dan melibatkan warga yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal, secara tidak langsung pengrajin ini sudah membuka lapangan kerja bagi pihak lain.

Kunjungan lokasi ketiga, Ny. Putri Koster beserta rombongan mengunjungi Pande Urip Wesi milik I Pande Wayan Sudarmawan di Banjar Batusangian, Desa Gubug-Tabanan. Kerajinan yang dihasilkan berupa pisau, keris dan cincin pisau mendatangkan bahan tembaga dan besi dari Jawa, sedangkan untuk pemasaran baru menembus Kalimantan dan Lampung, sedangkan untuk lokal kelompok kerajinan Pande ini menyasar pasar Beringkit, Mengwi-Badung saja.

Terakhir rombongan Dekranasda Provinsi Bali mengunjungi rumah kerajinan dulang hias kaca dan kerang milik I Made Wintara di Banjar Delod Alang Desa Kukuh, Marga-Tabanan. Kaca dan kerang yang di datangkan dari daerah Situbondo ini dikreasikan menjadi keben, dulang, cermin dan tas. Yang kemudian dipasarkan ke Lampung dan seputaran Bali saja.

Setelah mengunjungi empat (4) rumah kerajinan unggulan yang ada ditabanan, Ny. Putri Koster mengaku sangat bangga atas kemandirian industrial yang dimiliki daerah lumbung padi ini, namun untuk ke depan diharapkan campur tangan pemerintah harus turut aktif di dalamnya. Dengan maksud mensinergikan kebutuhan pengrajin dengan pemerintah.

Industri : dukungan pemerintah untuk bisa dibantu promosi karena di Bali blm pernah ada pameran khusus untuk mendatangkan buyer dari luar negeri dan hotel tentang produksi lokal. Agar terjadi interaksi langsung antara buyer dan industri.

Untuk ke depan, Ny. Suastini Koster akan mengajak pengrajin home industri seluruh Bali untuk mengadakan pameran produk baru yang mendatangkan buyer luar daerah bahkan buyer luar negeri, sehingga akan semakin nyata berkarya. (WF/DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *